Budaya Mendengar Dapat Selamatkan Banyak Orang

Di Indonesia, mental illness merupakan suatu hal yang sangat tabu. Banyak orang yang menganggap bahwa penderita gangguan kesehatan mental adalah orang yang aneh, orang stres yang harus dihindari. Banyak juga yang beranggapan bahwa pengidap gangguan mental disebabkan karena kurangnya beribadah, kurang iman, dan tidak punya tuhan. Sehingga pernyataan ini yang membuat salah satu faktor yang akan memperparah kondisi penderita.

Mental illnes dapat menyerang siapapun tanpa pandang bulu, bisa saja menyerang orang pintar, dokter, pengusaha, siapapun bisa terkena mental illness. Selain itu, di Indonesia juga masih banyak orang yang tidak mengerti apa itu mental illness, bahkan cenderung acuh tak acuh terhadap mental illness itu sendiri. Banyak orang yang tidak aware akan kondisi kesehatan mental orang di sekitarnya, bahkan terhadap diri sendiri. 

Penyebab terjadinya Mental Illnes ini muncul oleh banyak faktor, bisa karena stres yang terlalu lama, depresi karena mengalami tekanan yang dalam terhadap mental, traumatik akan kehilangan sesuatu dan seseorang, kelainan otak, faktor genetik. Tekanan batin karena lingkungan sekitar atau orang tua, kurang perhatian atau kasih sayang, broken home dan masih banyak lagi.
 
Banyak orang yang tidak menyadari bahwa dirinya maupun orang lain itu menderita mental illness. Oleh karena itu masih banyak orang Indonesia yang beranggapan bahwa orang-orang yang mengunjungi psikiater atau psikolog hanya orang-orang yang stress saja. Padahal semua orang berhak untuk memeriksakan kondisi kesehatan mental.

Dukungan sosial sangat diperlukan bagi para penderita penyakit mental illness. Hal penting yang harus kita lakukan adalah dengan cara merangkul mereka yang membutuhkan support dari orang-orang di sekitarnya. Kita tidak boleh menghakimi mereka dengan menyalahkan apa yang menjadi penyebab mereka menjadi seperti itu.
 
Dengan menjadi pendengar dan menjadi tempat yang nyaman bagi mereka saat ingin bercerita, dapat menyadari bahwa orang tersebut butuh bantuan dan jangan biarkan penderita menyendiri. Hal ini merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk membantu orang-orang yang memiliki gangguan kesehatan mental. Sama halnya dengan diri kita sendiri, jika kita merasa telah mengalami sebuah tekanan dari sisi psikologis kita atau merasa ada beban pikiran yang sangat berat, usahakan jangan ragu untuk bercerita ke teman. 

Dengan mengerti bahwa menjaga kesehatan mental baik diri sendiri maupun orang lain adalah hal yang penting, di sinilah kita akan lebih memahami dan menghargai orang lain dengan segala kekurangan dan masalah yang ada di dalam dirinya. 

Ketahui si Doi Berkata Jujur atau Bohong

1. Lihat Matanya

Mata melihat ke kiri atas, diartikan bahwa seseorang sedang mengingat-ingat pengalaman terkait dengan pertanyaan yang didapatkan. Tapi ketika mata melihat ke kanan atas, itu pertanda bahwa dia sedang mengarang karena belum siap dengan jawabannya. Penelitian menunjukkan, bahwa seseorang akan sulit melakukan kontak mata dengan orang-orang yang mereka bohongi.

2. Bercerita Terlalu Kecil

Orang yang berbohong biasanya akan mengarang cerita supaya terdengar masuk akal. Mereka  seringkali memanjang-manjangkan cerita yang seharusnya singkat. Hal ini mereka lakukan supaya meyakinkan lawan bicaranya.

3. Memalingkan Wajah

Kalau pertanyaan yang kamu berikan memang sulit, maka menjadi hal yang wajar jika dia kemudian memalingkan muka. Tapi kalau ternyata yang kamu ajukan adalah pertanyaan sederhana dan dia menghindari tatapanmu, maka kamu perlu curiga.

4. Tidak Bisa Diam

Hal berikutnya yang harus kamu perhatikan adalah perubahan perilaku. Mereka yang berbohong biasanya akan mencari hal kecil untuk mengalihkan perhatian. Seperti sering meremas jari, memainkan bolpoin, atau menyentuh benda-benda di sekitar demi mengalihkan permasalahannya.

5. Suaranya Cenderung Pelan

Secara psikologis dijelaskan bahwa mereka yang berbohong punya kecenderungan untuk memelankan suaranya sehingga nada suara yang keluar dari mulutnya terdengar rendah. Jadi, kalau awalnya kamu memulai sebuah pembicaraan dengan nada yang normal bahkan sangat bersemangat, tapi lawan bicaramu sebaliknya, kamu boleh curiga Bela.

5 Film Psikologi yang Menguras Otak

1. The Machinist

The Machinist menceritakan tentang Trevor yang merupakan seorang pekerja pabrik dan memiliki insomnia.

Insomnianya pun mulai mempengaruhi hidupnya, teman-temannya bahkan orang yang dicintainya. Kurangnya istirahat membuat Trevor nggak paham apa yang terjadi dalam dirinya dan membuat hidupnya semakin membingungkan.

Film satu ini juga memiliki plot twist yang nggak terduga, membuat kamu nggak menyadari ada keganjalan-keganjalan yang menjadi petunjuk dalam film tersebut.

2. Gone Girl

Gone Girl berawal dari sebuah novel best-seller tahun 2012 yang diadaptasi ke layar lebar dua tahun kemudian oleh David Fincher. Secara teori, kamu mengetahui bahwa Amy, istri dari Nick menghilang dan kemungkinan telah terbunuh, membuat Nick menjadi tersangka utama.

Nick pun berusaha untuk membuktikan bahwa dirinya nggak bersalah dan mencari bukti-bukti yang mendukungnya. Kisahnya pun menjadi rumit ketika fakta menunjukkan bahwa nggak ada yang bisa dipercaya dalam film tersebut.

Film satu ini merupakan salah satu psikologi thriller yang sayang banget buat dilewatkan, mengingat film ini memiliki plot twist yang cukup bikin kamu ternganga, sekaligus mengintip bagaimana pikiran seorang psikopat bekerja.

3. The Sixth Sense

Film ini berada di genre antara psiko-thriller dan horor, menjadikan The Sixth Sense terkenal dengan akhir ceritanya yang punya plot twist mengejutkan. Para karakternya yang masing-masing memiliki peranan kuat membuat kamu bakalan menikmati jalan cerita film satu ini.

4. Black Swan

Black Swan merupakan salah satu film psikologi thriller yang banjir penghargaan di Academy Award. Film yang dibintangi oleh Natalie Portman yang berperan sebagai Nina Sayers ini menceritakan seorang balerina yang punya siis janggal dalam dirinya.

Nina memiliki kepribadian ganda yang justru terungkap saat dia harus menghayati peran sebagai White Swan dan Black Swan dalam pertunjukan balet. Karakternya yang kompleks membuat kamu memutuskan sendiri bagaimana alur cerita sebenarnya dan kesimpulan di akhir cerita.

5. Silence of the Lambs

Menceritakan seorang akademi FBI bernama Clarice Starling yang dikasih tugas buat menginterogasi tahanan yang sakit jiwa bernama Hannibal Lecter. Hannibal yang seorang psikiater ini jadi tantangan Clairce buat menggali informasi tahanan yang jago ngelabuin tersebut. Bukan cuma Clairce, lo sebagai penonton pun bakal terkecoh. Ketika penonton udah tenang “nikmatin” karakter Hannibal Lecter yang dalem, lo bakal dikasih kejutan menegangkan lewat deretan adegan yang disajiin.

DISASTER (Part 11)

Cerita sebelumnya

Tak terasa malam semakin larut. Bulan mulai menunjukan dirinya. Ambar, Jefri, Roy dan Sabrina mulai menyalakan senter mereka guna menerangi jalan.

“sebentar deh sebentar, kok dari sore kita jalan ga nyampe-nyampe ya” ucap Sabrina dengan nada sedikit kelelahan.

“iya nih, aneh banget dah. Padahal kita liat itu desa kaya deket banget tadi. Apa jangan jangan itu Cuma halusinasi kita aja?” timpal Roy.

“kok aku jadi takut ya. Malam ini juga terasa gelap dan dingin banget, beda sama malam kemarin waktu kita di tenda” keluh Sabrina.

“duh apaan si kalian tuh, penakut banget. Ini tuh udah deket, kalian denger sendiri kan banyak suara langkah kaki, ini tuh pasti udah deket” ucap Ambar dengan nada yang agak tinggi.

“iya nih gimana sih lu Roy, masa cowo takut si hahahaha” ucap cowok yang sok jagoan, Jefri.

“udah-udah ayo kita lanjutin perjalanan, ga sampe 10 menit juga sampe ini mah.” Kata Ambar seraya bergegas.

.

.

.

Keadaan sangat berbanding terbalik di tenda. Tiara dan Syafira tengah asik menikmati angin malam di depan api unggun sembari meminum jahe hangat.

“eh Tiara, liat deh itu orang bukan si?” ucap Syafira. Dilihatnya dari jauh 3 orang pemuda berpakaian rapih dan membawa peralatan serba lengkap.

Ketiga pemuda itu menghampiri Tiara dan Syafira

Apa yang akan terjadi selanjutnya?

Cerita selanjutnya

Pentingnya Sex Education

Apa yang terlintas dipikiran mu saat mendengar kata ‘sex education’?

Mungkin sebagian besar orang berfikiran berfikiran negatif dan salah mengartikan kata tersebut. Padahal sex itu artinya jenis kelamin yang membedakan antara pria dan wanita secara biologis.

Selama ini masyarakat menganggap tabu jika membicarakan tentang seks education, dianggapnya sex education akan mendorong remaja untuk berbuat yang tidak tidak. Sebagian besar masyarakat masih berpandangan stereotype dengan pendidikan seks seolah menjadi suatu hal yang vulgar.

Pendidikan seks perlu diberikan untuk meluruskan mitos mitos yang tidak ada bukti kebenarannya. Banyak mitos-mitos atau pandangan yang salah kaprah soal seks yang dipercaya generasi remaja masa kini. Misalnya mitos bahwa perempuan tidak akan hamil selama ia mencuci daerah kemaluannya. Ataupun mitos lain bahwa perempuan yang perawan pasti mengalami perdarahan. Mitos seperti ini perlu diluruskan karena sama sekali tidak benar.

Selain itu, pendidikan seks juga bermanfaat dalam mengajarkan tanggung jawab akan prilaku dan keputusan. Pendidikan seksual bisa memberikan petunjuk mengenai hal-hal yang sebaiknya dilakukan dan hal-hal yang sebaiknya dihindari. Pendidikan seksual juga bisa membuat kamu lebih bijaksana dalam berperilaku dan membuat keputusan karena kamu sudah memiliki pengetahuan yang cukup soal seksualitas dan konsekuensi atas perilaku tertentu.

Itulah pentingnya pendidikan seks bagi generasi milenial Indonesia. Berdiam diri karena rasa tidak nyaman yang ditimbulkan ketika berbicara soal seksualitas malah justru semakin membahayakan loh! Edukasi ini penting diajarkan baik di rumah maupun di sekolah. Sudah saatnya kita mulai sedikit demi sedikit memberikan edukasi seksualitas secara terbuka demi menjaga masa depan generasi anak bangsa kita.

Being a Fangirl

Apa itu fangirl?

Kebanyakan orang berpikir bahwa fangirl adalah gadis remaja “gila” yang menangis karena obsesi mereka terhadap seorang selebriti. Mereka berpikir bahwa mereka tidak memiliki kehidupan dan mencurahkan kehidupan mereka untuk bintang-bintang yang muncul di layar TV.  Fangirl dianggap memiliki banyak masalah kejiwaan dan menggunakan selebritis ini untuk melupakan kehidupan nyata. Dalam banyak kejadian itu benar, tetapi fangirls dapat menjadi orang yang benar-benar stabil, tidak secara emosional.

Seringkali, aktivitas mereka dianggap mengganggu orang sekitarnya. Anggapan tersebut muncul terutama dari yang bukan fangirlFangirl dianggap mengganggu karena tidak segan mengekpresikan emosinya secara berlebihan. Emosi ketika sedang membaca berita atau menemukan barang apik yang berkaitan dengan idolanya.

Apakah fangirling termasuk gangguan jiwa?

Penggemar dapat dikatakan gangguan jiwa apabila sudah merasa marah atau cemburu berlebih karena suatu hal yang berkaitan dengan idolanya. Hal tersebut disebabkan karena si penggemar sudah merasa dekat dengan idolanya dan menjadikan seluruh hidupnya untuk idolanya. Kemungkinan perasaan dekat itu muncul karena aktivitas yang dilakukan selama seharian selalu berkaitan dengan idolanya. Mulai dari mencari berita, sampai mencari foto terbarunya.

Namun menjadi seorang fangirl itu tidak salah. Tidak sama sekali salah. Jangan meremehkan orang-orang yang mengejar selebritis, hati mereka lebih murni daripada orang lain, mereka mencintai dengan berani … mereka melambangkan perdamaian, mereka tidak melakukan diskriminasi berdasarkan ras, mereka berteman dengan mereka yang memiliki minat yang sama dari berbagai negara, mereka lebih bergairah dan hangat daripada orang lain. 

Kesepian yang Berbahaya

Kesepian adalah sesuatu yang dianggap umum namun ternyata berbahaya. Diperkirakan ada 40% manusia pernah merasakan kesepian yang menyakitkan di beberapa titik dalam hidupnya. Berikut ini ada beberpa alasan mengapa kesepian itu berbahaya.

  1. Kesepian tidak tergantung pada berapa banyak teman atau relasi yang dimiliki

Kesendirian sepenuhnya bergantung pada kualitas subjektif dari hubungan anda, pada apakah anda merasa secara emosional dan sosial memiliki ikatan intens dgn orang orang di sekitar anda.

  1. Lebih dari 60% orang yang kesepian sudah menikah

Ketika pasangan menikah tak lagi berbagi perasaan, pikiran, dan pengalaman terdalam anda satu sama lain, hal itu dapat membuat anda merasa terputus dan sendirian. percaya bahwa pasangan anda tidak dapat menawarkan hubungan yg diinginkan.

  1. Kesepian merusak persepsi mengenai sebuah hubungan

Distorsi persepsi ini sering menyebabkan orang yg kesepian menarik diri lebih jauh dari orang orang yg bisa meringankan kesepian anda. Yang memperburuk keadaan, lingkungan sekitar anda juga mungkin ragu untuk terhubung kembali.

  1. Kesepian menular di jejaring sosial

Studi menyebutkan bahwa dari 1 orang yang mengaku merasa depresi, ada kemungkinan sebesar 52% orang terdekatnya juga merasa kesepian. Ini disebabkan rasa empati pada orang yang kesepian yg membuat orang di dekatnya merasakan hal yg sama/senasib.

  1. Kesepian membuat suhu tubuh menurun

kesepian membuat suhu kulit tubuh anda akan turun secara signifikan. layaknya org jaman dahulu dimana diasingkan dari suku kita berarti dijauhkan dari kehangatan perapian dan kelompok sosial di sekitarnya.

  1. Kesepian membuat was was

Kesepian menyebabkan reaksi tubuh yg langsung dan parah. Ini meningkatkan tekanan darah dan kolesterol, dan mengaktifkan respons stres fisik dan psikologis kita.

  1. Kesepian memicu penyakit

Seiring waktu, orang yg kesepian kronis memiliki kecenderungan penyakit kardiovaskular yg jauh lbh tinggi karena tubuh anda berada di bawah tekanan konstan dan tak henti-hentinya.

  1. Kesepian menurunkan imun tubuh

Kesepian menyebabkan sistem kekebalan tubuh kita berfungsi kurang efisien. Yang seiring waktu, menempatkan kita pada peningkatan risiko untuk mengembangkan berbagai jenis penyakit lain seperti depresi, alzheimer, dan demensia.

  1. Kesepian sama bahaya nya dengan rokok

Sebuah studi yg diterbitkan oleh US National Library of Medicine National Institutes of Health menemukan, kesepian sama mematikannya dengan merokok 15 batang per hari. Seseorang yg mengalami kesepian tidak memiliki siapapun bersamanya

Jadi Jelas bahwasannya kesepian mewakili cedera psikologis yg sangat serius dan tidak bisa kita abaikan. Karena itu, pastikan untum mengambil langkah langkah konkret ketika anda mulai merasa kesepian, dan untuk memberi tahu orang di sekitar anda tentang bahaya laten kesepian.

Self Harm ≠ Agama?

Self-harm merupakan salah satu cara seseorang mengatasi masalahnya. Bukan untuk mati atau bunuh diri, biasanya orang-orang yang melakukan self-harm mempunyai inner pain yang sangat dalam dan tidak bisa menghandle rasa tersebut. Mereka lebih memilih untuk cutting them self, untuk melampiaskannya.

Mereka merasa ketika mereka melihat darah mereka merasa nyaman. Selain cutting, mereka biasanya membakar kulit mereka dengan roko, mengkonsumsi alkohol berlebihan, menjedotkan kepala atau driving so fast hanya untuk merasakan sakit fisik.

Jika kita berpikir orang yang melakukan self-harm jaub dengan agama itu tidam sepenuhnya benar. Namun pernyataan itu bukan berarti salah, hanya saja tidak helpful. Memang benar dengan berdoa kita bisa mendapatkan jawaban, healing start from God and end from God.

Namun di tengah-tengah selalu ada faktor lain. Ada orang yang sebelum melakukan self-harm pun berdoa pada Tuhan. Bukan berarti mereka tidak punya hubungan yang baik dengan Tuhan, tapi karena sakit mereka benar benar nyata, that is mental illnes.

Tidak hanya dengan menyuruhnya agar lebih dekat dengan Tuhan, support yang kita berikan kepada mereka juga harus real. Ada banyak pernyataan yang dapat kita katakan untuk membuat seseorang menjadi lebih baik tanpa menjudge spiritualnya.

Because, the most important is empathy.

Si Pembohong yang Mempercayai Kebohongannya

Setiap orang pasti pernah melakukan kebohongan dalam hidupnya. Ada banyak alasan seseorang berbohong, diantaranya ingin dipuji orang lain, disukai orang lain, membuat orang lain terkesan, atau tidak ingin mengecewakan orang lain. Orang Indonesia rata-rata berbohong 11 kali dalam sehari.

Kalian pasti pernah punya teman yang suka sekali berbohong, sampai-sampai setiap omongan yang keluar dari mulutnya kita anggap kebohongan. Mungkin kalian bertanya-tanya, kenapa sih seseorang suka sekali berbohong? Apakah ada yang salah dengan orang tersebut?

Rupanya ada istilah khusus untuk orang yang selalu berbohong, yaitu Mythomania atau Psedulogia Fantastica.

Apa itu Mythomania?

Mythomania atau bohong patologis merupakan suatu keadaan di mana seseorang sering melakukan kebohongan dalam jangka waktu yang lama (misalnya hampir seluruh hidupnya dipenuhi kebohongan) dan terus dilakukan, meskipun maksudnya berbohong bukan untuk mencari keuntungan atau kesenangan. Mereka tidak memiliki motivasi pada saat melakukan kebohongan dan tidak bisa dikendalikan.

Kebohongan sudah menjadi bagian besar dalam hidupnya. Bahkan, tak jarang orang dengan kondisi ini memercayai kebohongannya sendiri sehingga ia tak bisa membedakan lagi mana yang fiktif dan mana yang nyata dari kehidupannya.

Pengidap Mythomania tidak melakukan kebohongan untuk memperoleh keuntungan dan kesenangan. Bahkan mereka akan tetap berbohong walau kebohongan tersebut berdampak buruk bagi diri mereka sendiri.

Biasanya mereka akan mengatakan kebohongan mengenai sesuatu yang mereka khayalkan dan digabungkan dengan fakta yang ada. Sangat berbeda dengan kebohongan yang biasanya dilakukan oleh orang-orang.

ー Penerimaan Diri

Mencintai diri sendiri merupakan rahasia dalam kebahagiaan. Jika kita bisa mencintai diri kita sendiri, saat itu lah kita akan belajar menerima kekurangan ataupun kelebihan yang kita miliki. Hal itu juga dapat membuat kita lebih bersyukur dan lebih bahagia atas apa yang telah di berikan Allah kepada kita.

Terdapat beberapa bentuk cara mencintai diri sendiri

1. Pada saat kita dihadapi oleh sebuah masalah yang cukup besar, terimalah masalah itu dan yakin lah bahwa kamu akan menyelesaikannya. Bukan pergi dari masalah, tapi menghadapi masalah. Karena dari masalah tersebutlah, kita bisa belajar bagaimana proses dalam pendewasaan diri.

2. Melakukan hal yang kita sukai juga merupakan bentuk mencintai diri sendiri. Mengapa? karena saat kita melakukan kegiatan yang kita sukai, maka kita akan merasa senang dan tanpa disadari itu bisa membuat kita terhibur.

3. Merawat tubuh dan memilih asupan kepada jiwa. Tentu saja tubuh kita memerlukan perawatan. Pelayanan dalam merawat tubuh dan memberi asupan makanan yang baik merupakan salah satu bentuk memberikan anggota tubuh hak-haknya.

4. Memberi asupan kepada fisik. Sebagaimana jiwa, fisik juga memerlukan asupan. Tubuh hanyalah tubuh tanpa jiwa, begiu pula sebaliknya. Antara tubuh dan fisik harus seimbang.

5. Selalu bersyukur. inti dari penerimaan diri adalah rasa syukur yang telah Allah berikan kepada kita. Bentuk rasa syukur ini banyak sekali. Misalnya dengan tidak mengeluh, tidak merubah rubah bentuk yang telah Allah ciptakan salah satunya dengan cara operasi, dan masih banyak lagi.

Terkadang kita memang perlu banyak banyak berkaca dan berdialog dengan diri sendiri. Agar kita dapat mengetahui apa arti peneriman dan pemahaman diri.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai