Arsip Kategori: Mental Health

Beberapa Tanda Kamu Menderita Depresi Tapi Tidak Menyadarinya

  • Memiliki kesulitan untuk berkonsenterasi terhadap sesuatu

Kamu sering melupakan hal-hal penting dalam hidupmu dan malahan tidak melakukan apa pun. Saat diajak ngobrol atau disuruh melakukan seuatu pekerjaan kamu akan keseringan gagal dalam berkonsenterasi walaupun telah berusaha mencoba.

  • Mengalami gangguan tidur

Antara insomnia atau malah kelebihan tidur dimana kamu tidur lama sekali merupakan ciri seorang yang depresi. Keduanya menjadikan kamu tidak bersemangat atau tidak bergairah dalam menjalani hari. Hasilnya kamu akan terus berbaring di tempat tidurmu terus-menerus.

  • Berat badanmu naik atau turun secara drastis

Karena kamu memiliki masalah batin, itu juga akan berpengaruh terhadap pola makan mu. Bisa jadi kamu merasa selalu lapar atau selalu kenyang.

  • Tidak ada yang bisa membuatmu senang

Tontonan, makanan, atau bahkan hobi yang kamu sukai tidak lagi mendatangkan kebahagiaan bagi mu. Sebaliknya, kamu akan cemas, malas, dan tidak ingin melakukan, menonton, atau memakan apa pun. Yang kamu ingin lakukan adalah sendirian.

  • Selalu merasa dalam posisi tidak mood

Entah jadi sering marah, diam, menolak bicara, menyendiri, ataupun tidak ingin melakukan apa apa. Itu semua bisa menjadi tanda kamu mengalami depresi. Jika terus dibiarkan, kamu akan menjadi tambah jauh dari lingkungan mu.


Jangan biarkan dan menganggap semua hal di atas bisa hilang dengan sendirinya. Kamu harus segera memulihkan perasaan mu. Contoh hal yang paling sederhana adalah sharing dengan orang terdekat. Kamu sendiri yang tahu bagaimana kondisi perasaan mu, jadi kamu juga lah yang harus menjaganya! 🌈💓💪

Psikopat atau Narsistik?

Semua orang pasti sudah tau kasus yang sedang booming ini. Yap, Kasus remaja berusia 15 tahun yang membunuh balita 5 tahun di Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat. Banyak orang yang mengambil kesimpulan bahwa dia adalah seorang psikopat tanpa mengetahui apa arti dari kata psikopat itu sendiri. Banyak orang yang berpikir bahwa orang yang suka membunuh itu sudah pasti psikopat.

Padahal sebetulnya, beberapa psikopat ada yang dapat terlihat normal dan bahkan memiliki kehidupan yang sukses. Namun, mereka cenderung akan melakukan manipulasi atau melakukan berbagai perilaku yang tidak bertanggung jawab untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Dalam ilmu kedokteran psikopat adalah suatu gangguan kepribadian yang ditandai dengan sikap tidak sensitif, kasar, manipulatif, mencari sensasi dan antisosial. Psikopat merupakan salah satu kelainan psikis yang mengerikan. Psikopat termasuk bagian dari gangguan kepribadian yang dapat ditandai dengan perilaku antisosial, impulsif, tidak mengikuti atau mengabaikan norma di dalam masyarakat, serta tidak memiliki perasan takut ataupun bersalah.

Dalam kasus ini, si ‘pembunuh’ lebih menonjolkan sifat narsistiknya. Terlihat dengan adanya postingan postingan dia di facebook mengenai tindakan pembunuhannya. Mencirikan bahwa dia ingin ‘pamer’ atas apa yang berhasil dia lakukan.

Berbeda dengan psikopat yang justru cenderung mengaku ketika orang lain tau kesalahan dia. Si pelaku malah merasa bangga, dan menceritakannya se-detail mungkin karena dia merasa hebat.

Tapi tidak dapat dipungkiri jika kedepannya dia akan menjadi seorang psikopat karena dia terus hidup di bawah bayang bayang fantasinya dan dibiarkan kesepian.

Being a Fangirl

Apa itu fangirl?

Kebanyakan orang berpikir bahwa fangirl adalah gadis remaja “gila” yang menangis karena obsesi mereka terhadap seorang selebriti. Mereka berpikir bahwa mereka tidak memiliki kehidupan dan mencurahkan kehidupan mereka untuk bintang-bintang yang muncul di layar TV.  Fangirl dianggap memiliki banyak masalah kejiwaan dan menggunakan selebritis ini untuk melupakan kehidupan nyata. Dalam banyak kejadian itu benar, tetapi fangirls dapat menjadi orang yang benar-benar stabil, tidak secara emosional.

Seringkali, aktivitas mereka dianggap mengganggu orang sekitarnya. Anggapan tersebut muncul terutama dari yang bukan fangirlFangirl dianggap mengganggu karena tidak segan mengekpresikan emosinya secara berlebihan. Emosi ketika sedang membaca berita atau menemukan barang apik yang berkaitan dengan idolanya.

Apakah fangirling termasuk gangguan jiwa?

Penggemar dapat dikatakan gangguan jiwa apabila sudah merasa marah atau cemburu berlebih karena suatu hal yang berkaitan dengan idolanya. Hal tersebut disebabkan karena si penggemar sudah merasa dekat dengan idolanya dan menjadikan seluruh hidupnya untuk idolanya. Kemungkinan perasaan dekat itu muncul karena aktivitas yang dilakukan selama seharian selalu berkaitan dengan idolanya. Mulai dari mencari berita, sampai mencari foto terbarunya.

Namun menjadi seorang fangirl itu tidak salah. Tidak sama sekali salah. Jangan meremehkan orang-orang yang mengejar selebritis, hati mereka lebih murni daripada orang lain, mereka mencintai dengan berani … mereka melambangkan perdamaian, mereka tidak melakukan diskriminasi berdasarkan ras, mereka berteman dengan mereka yang memiliki minat yang sama dari berbagai negara, mereka lebih bergairah dan hangat daripada orang lain. 

Kesepian yang Berbahaya

Kesepian adalah sesuatu yang dianggap umum namun ternyata berbahaya. Diperkirakan ada 40% manusia pernah merasakan kesepian yang menyakitkan di beberapa titik dalam hidupnya. Berikut ini ada beberpa alasan mengapa kesepian itu berbahaya.

  1. Kesepian tidak tergantung pada berapa banyak teman atau relasi yang dimiliki

Kesendirian sepenuhnya bergantung pada kualitas subjektif dari hubungan anda, pada apakah anda merasa secara emosional dan sosial memiliki ikatan intens dgn orang orang di sekitar anda.

  1. Lebih dari 60% orang yang kesepian sudah menikah

Ketika pasangan menikah tak lagi berbagi perasaan, pikiran, dan pengalaman terdalam anda satu sama lain, hal itu dapat membuat anda merasa terputus dan sendirian. percaya bahwa pasangan anda tidak dapat menawarkan hubungan yg diinginkan.

  1. Kesepian merusak persepsi mengenai sebuah hubungan

Distorsi persepsi ini sering menyebabkan orang yg kesepian menarik diri lebih jauh dari orang orang yg bisa meringankan kesepian anda. Yang memperburuk keadaan, lingkungan sekitar anda juga mungkin ragu untuk terhubung kembali.

  1. Kesepian menular di jejaring sosial

Studi menyebutkan bahwa dari 1 orang yang mengaku merasa depresi, ada kemungkinan sebesar 52% orang terdekatnya juga merasa kesepian. Ini disebabkan rasa empati pada orang yang kesepian yg membuat orang di dekatnya merasakan hal yg sama/senasib.

  1. Kesepian membuat suhu tubuh menurun

kesepian membuat suhu kulit tubuh anda akan turun secara signifikan. layaknya org jaman dahulu dimana diasingkan dari suku kita berarti dijauhkan dari kehangatan perapian dan kelompok sosial di sekitarnya.

  1. Kesepian membuat was was

Kesepian menyebabkan reaksi tubuh yg langsung dan parah. Ini meningkatkan tekanan darah dan kolesterol, dan mengaktifkan respons stres fisik dan psikologis kita.

  1. Kesepian memicu penyakit

Seiring waktu, orang yg kesepian kronis memiliki kecenderungan penyakit kardiovaskular yg jauh lbh tinggi karena tubuh anda berada di bawah tekanan konstan dan tak henti-hentinya.

  1. Kesepian menurunkan imun tubuh

Kesepian menyebabkan sistem kekebalan tubuh kita berfungsi kurang efisien. Yang seiring waktu, menempatkan kita pada peningkatan risiko untuk mengembangkan berbagai jenis penyakit lain seperti depresi, alzheimer, dan demensia.

  1. Kesepian sama bahaya nya dengan rokok

Sebuah studi yg diterbitkan oleh US National Library of Medicine National Institutes of Health menemukan, kesepian sama mematikannya dengan merokok 15 batang per hari. Seseorang yg mengalami kesepian tidak memiliki siapapun bersamanya

Jadi Jelas bahwasannya kesepian mewakili cedera psikologis yg sangat serius dan tidak bisa kita abaikan. Karena itu, pastikan untum mengambil langkah langkah konkret ketika anda mulai merasa kesepian, dan untuk memberi tahu orang di sekitar anda tentang bahaya laten kesepian.

Self Harm ≠ Agama?

Self-harm merupakan salah satu cara seseorang mengatasi masalahnya. Bukan untuk mati atau bunuh diri, biasanya orang-orang yang melakukan self-harm mempunyai inner pain yang sangat dalam dan tidak bisa menghandle rasa tersebut. Mereka lebih memilih untuk cutting them self, untuk melampiaskannya.

Mereka merasa ketika mereka melihat darah mereka merasa nyaman. Selain cutting, mereka biasanya membakar kulit mereka dengan roko, mengkonsumsi alkohol berlebihan, menjedotkan kepala atau driving so fast hanya untuk merasakan sakit fisik.

Jika kita berpikir orang yang melakukan self-harm jaub dengan agama itu tidam sepenuhnya benar. Namun pernyataan itu bukan berarti salah, hanya saja tidak helpful. Memang benar dengan berdoa kita bisa mendapatkan jawaban, healing start from God and end from God.

Namun di tengah-tengah selalu ada faktor lain. Ada orang yang sebelum melakukan self-harm pun berdoa pada Tuhan. Bukan berarti mereka tidak punya hubungan yang baik dengan Tuhan, tapi karena sakit mereka benar benar nyata, that is mental illnes.

Tidak hanya dengan menyuruhnya agar lebih dekat dengan Tuhan, support yang kita berikan kepada mereka juga harus real. Ada banyak pernyataan yang dapat kita katakan untuk membuat seseorang menjadi lebih baik tanpa menjudge spiritualnya.

Because, the most important is empathy.

Si Pembohong yang Mempercayai Kebohongannya

Setiap orang pasti pernah melakukan kebohongan dalam hidupnya. Ada banyak alasan seseorang berbohong, diantaranya ingin dipuji orang lain, disukai orang lain, membuat orang lain terkesan, atau tidak ingin mengecewakan orang lain. Orang Indonesia rata-rata berbohong 11 kali dalam sehari.

Kalian pasti pernah punya teman yang suka sekali berbohong, sampai-sampai setiap omongan yang keluar dari mulutnya kita anggap kebohongan. Mungkin kalian bertanya-tanya, kenapa sih seseorang suka sekali berbohong? Apakah ada yang salah dengan orang tersebut?

Rupanya ada istilah khusus untuk orang yang selalu berbohong, yaitu Mythomania atau Psedulogia Fantastica.

Apa itu Mythomania?

Mythomania atau bohong patologis merupakan suatu keadaan di mana seseorang sering melakukan kebohongan dalam jangka waktu yang lama (misalnya hampir seluruh hidupnya dipenuhi kebohongan) dan terus dilakukan, meskipun maksudnya berbohong bukan untuk mencari keuntungan atau kesenangan. Mereka tidak memiliki motivasi pada saat melakukan kebohongan dan tidak bisa dikendalikan.

Kebohongan sudah menjadi bagian besar dalam hidupnya. Bahkan, tak jarang orang dengan kondisi ini memercayai kebohongannya sendiri sehingga ia tak bisa membedakan lagi mana yang fiktif dan mana yang nyata dari kehidupannya.

Pengidap Mythomania tidak melakukan kebohongan untuk memperoleh keuntungan dan kesenangan. Bahkan mereka akan tetap berbohong walau kebohongan tersebut berdampak buruk bagi diri mereka sendiri.

Biasanya mereka akan mengatakan kebohongan mengenai sesuatu yang mereka khayalkan dan digabungkan dengan fakta yang ada. Sangat berbeda dengan kebohongan yang biasanya dilakukan oleh orang-orang.