Seperti yang kita ketahui banyaknya pemberitaan-pemberitaan mengenai wabah COVID-19 di Indonesia. Berita yang disampaikan pun tidak tau kebenarannya dan membuat masyarakat makin panik. Oleh karena itu peran psikologi sangat penting untuk menekan kepanikan masyarakat.
Oleh karena itu, HIMPSI atau Himpunan Psikologi Indonesia menyediakan konsultasi gratis secara online bagi masyarakat seluruh Indonesia
Ketika kita membeli sesuatu lewat online, tentu saja kita tidak mengetahui siapa, bagaimana, dari mana barang itu di salurkan hingga sampai akhirnya sampai. Bagaimana jika barang yang kita pesan tersentuh oleh orang yang terinfeksi atau orang yang jorok? Tentunya bukan hanya kita yang mendapat akibatnya tapi orang lain yang memegang barang itu setelah yang terinfeksi pun merasakan akibatnya
2. Uang Tunai/Cash
Uang merupakan benda yang paling sering kita sentuh. Pertukaran uang dari tangan satu ke tangan lain pun sangat cepat. karena uang dipegang oleh banyak orang, berpindah dari satu orang ke orang lainnya. Sehingga uang tunai bisa menjadi penularan COVID-19. Oleh karena itu itu perlu perlakuan khusus saat menggunakan uang tunai.
3. Interaksi Antara Kakek dan Cucu
ketika kakek atau nenek berinteraksi dengan cucu penularan riskan terjadi. Karena kakek termasuk kelompok berisiko yakni usia lanjut. Karenanya, untuk mencegah penularan, kakek atau nenek perlu menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker selama berinteraksi.
Kita semua pasti sudah tidak asing lagi dengan virus yang menjadi perbincangan di seluruh dunia ini. Walaupun tidak lebih berbahaya dari SARS, tetapi korban meninggal akibat virus corona ternyata lebih banyak dibandingkan SARS pada tahun 2002-2003.
Pernahkan kalian berfikir akan diapakan pasien yang meninggal karena corona? Jika kuburkan akan ada peluang yang besar bagi si pengubur akan tertular juga.
Pemerintah China meyarankan untuk mengkremasi nya daripada menguburnya. Pemerintah China melarang pemakaman, penguburan dan kegiatan lainnya yang melibatkan jenazah korban virus corona. Jenazah mereka harus dikremasi. Hal ini dilakukan untuk memperlambat penyebaran virus.
Bagi pekerja yang menangani jenazah akibat virus, seperti pekerja pertolongan dan pekerja kamar mayat, mereka bisa terkena resiko tertular virus dari jenazah tersebut. Karena virus tersebut masih menempel di tubuh jenazah. Itulah sebabnya, pekerja yang menangani jenazah harus menggunakan perlengkapan kesehatan agar tak tertular virus tersebut.
Di Indonesia maupun Malaysia, jenazah pasien corona tetap dikuburkan. Namun tidak dimandikan, jenazah akan dimasukan kedalam body bag lalu ditayamumkan diatas balutan pelastik dan dikebumikan sesuai dengan prosedur. Tidak boleh ada keluarga yang menyentuh, memeluk, dan mencium korban untuk terakhir kalinya.