
Squidward adalah gambaran makhluk yang pemalas dan suka menunda nunda pekerjaan. Walaupun begitu, ternyata kebiasaan tersebut ada kajian ilmiahnya loh secara psikologis.
Mengerjakan sesuatu pada menit-menit akhir merupakan bagian dari kearifan lokal bangsa kita yang harus diakui justru dilestarikan dari generasi ke generasi. Selain motto rajin pangkal pandai, hemat pangkal kaya, ada satu lagi motto yang biasanya dipakai “kalau bisa besok, kepana harus sekarang?”
Seni menunda-nunda pekerjaan seperti itu dalam psikologis disebut prokrastinasi. Merupakan seni untuk tidak melakukan pekerjaan atau aktivitas yang seharusnya bisa dilakukan di depan mata saat itu juga. Hal ini merupakan pilihan sadar seseorang untuk mengerjakan hal lain yang lebih menyenangkan namun tidak dibutuhkan.
Prokrastinator seperi Squidward biasanya bangga dengan diri mereka sendiri. Ujub, takabur, narsis, merasa paling hebat sendiri. Karena meskipun selalu melakukan pekerjaan di menit-menit akhir tetap akan bisa menyelesaikan pekerjaannya. Kasus yang terjadi, sering kali sosok prokrastinator ini mendadak memiliki banyak ide dan tingkat disiplin yang tinggi dalam waktu begitu mepet.
Hal itu yang membuat para prokrastinator sering kali jemawa dan merasa takjub dengan kemampuan dirinya. Lalu kemudian muncul pemikiran; “Halah, kerjain mendadak begini saja bisa beres, apa salahnya menunda-nunda?”
kita harus ingat bahwa kita harus punya kontrol terhadap diri kita. Menjadi prokrastinator adalah pertarungan dengan diri kita sendiri. Kita tidak bisa menunggu untuk dibantu atau diselamatkan oleh orang lain.