Mau Mimpi Enak? Lucid Dream Aja!

Apa itu lucid dream? Setelah pembahasan saya mengenai lucid dream sebelumnya. Sekarang saya akan memberi tahu cara mengendalikan mimpi sesuka hati atau lucid dream :

  1. Berbaring dengan relax

Sama seperti saat kalian hendak tidur biasa, relax-kan tubuh dan jangan memikirkan masalah apapun dan cobalah tidurkan diri namun dengan pikiran kalian tetap sadar.

  1. Buat planning mimpi

Cobalah untum membuat planning mimpi kalian, atau cobalah berhayal sembari mata dan tenangin diri. Usahakan imajinasi kalian nyambung dan alur ceritanya tidak berantakan. Tapi juga usahakan imajinasinya jangan terlalu rumit atau ribet. Inget juga, jangan sampe ketiduran ya!

  1. Fase gelap

Setelah kalian mulai hilang sadar, munculah terdapat fase dimana badan kalian tidur tapi pikiran atau otak kalian sadar dan tetap bekerja. kalian akan merasa tidak tidur dan hanya melihat hitam-hitam saja. Cobalah untuk tetal relax dan jangan buka mata. Di fase ini mungkin kalian akan merasa tidak nyaman, tapi tetap paksakan dan jangan bangun.

  1. Sleep paralysis

Bisa dikatakan fase ini merupakan fase yang paling tidak enak. Namun, ini adalah last step sebelum kalian masuk ke lucid dream. Di fase ini, kalian tidak akan bisa menggerakan badan atau anggota tubuh yang lain. Kalian akan merasa tidak sanggup dan ingin bangun. Tapi ingat, jika kalian ingin melakukan lucid dream ya paksain jangan bangun!

  1. Lucid dream!

Setelah melewati sleep paralysis, kalian akan masuk ke lubang cahaya atau jatuh kedalam ruang baru atau apapun yang transisinya random. Itu artinya kalian sudah berhasil melakukan lucid dream dan dapat mengendalikan mimpi kalian.

CONGRATS!!🤡🤡 // p.s. resiko tanggung sendiri yaa . .

Lucid Dream, Ketika Kamu Bermimpi Tapi Sadar

Apa itu lucid dream?

Lucid dream adalah keadaan di mana seseorang menyadari dirinya sedang bermimpi dan ia bisa mengendalikan apa yang terjadi dalam mimpinya. 

Fenomena ini ditandai dengan kesadaran kamu bahwa saat itu kamu memang sedang bermimpi, bukannya berada di dunia nyata. Kemudian, tak seperti mimpi pada umumnya, kamu punya kendali terhadap apa yang terjadi dalam mimpi tersebut. 

Sebenarnya setiap orang memiliki kemampuan untuk menyadari sedang bermimpi, tapi tergantung seberapa cepat kamj menyadari hal ini dan kemudian bisa mengontrolnya. Setidaknya setiap orang akan mengalami lucid dream satu kali seumur hidupnya secara tidak disengaja.

Hasil dari penelitian menunjukan ketika peserta mengalami mimpi sadar, aktivitas elektrik pada otak di bagian tertentu mengalami peningkatan. Aktivitas ini sangat mirip dengan aktivitas orang yang sedang sadar atau terbangun dari tidurnya. 

Karena itu, mimpi sadar sebenarnya adalah sebuah fenomena medis yang bisa diteliti lebih lanjut. Jadi mengalami mimpi sadar bukan berarti kamu sedang mengunjungi dimensi lain atau sedang mengalami kejadian gaib. Mimpi sadar hanyalah kelainan aktivitas otak yang terjadi saat kamu tidur.

Mau mencoba lucid dream? Begini caranya

Mana yang Lebih Berpengaruh, IQ atau EQ?

IQ (Intellegence Quotient) merupakan bentuk kemampuan individu untuk berpikir, mengolah, dan menguasai lingkungannya secara maksimal serta bertindak secara terarah. Kecerdasan ini digunakan untuk memecahkan masalah logika maupun strategis.

EQ (Emotional Quotien) merupakan kemampuan untuk mengenali, mengendalikan dan menata perasaan sendiri dan perasaan orang lain secara mendalam sehingga kehadirannya menyenangkan dan didambakan orang lain. Kecerdasan ini memberi kesadaran mengenai perasaan milik diri sendiri dan juga perasaan milik orang lain, memberi rasa empati, cinta, motivasi, dan kemampuan untuk menanggapi kesedihan atau kegembiraan secara tepat.

IQ pernah dianggap sebagai penentu kesuksesan seseorang. Orang-orang dengan nilai IQ tinggi diasumsikan akan meraih berbagai pencapaian dalam hidup. Namun, para peneliti juga berdebat apakah IQ merupakan produk keturunan atau terbentuk karena pengaruh lingkungan.

Tetapi, para ahli juga menyadari bahwa IQ bukan satu-satunya penentu kesuksesan seseorang. Sebaliknya, IQ adalah bagian dari berbagai pengaruh termasuk kecerdasan emosional dan hal lainnya.

Penelitian menemukan bahwa individu yang dengan potensi kempemimpian kuat juga cenderung lebih cerdas secara emosional. Riset ini menyarankan bahwa EQ adalah kualitas penting yang perlu dimiliki pemimpin atau manajer.

Secara umum, psikolog juga setuju bahwa di antara penentu kesuksesan, IQ hanya berperan 10 persen dan paling banyak 25 persen. Sisanya tergantung faktor lain, termasuk EQ.

Kamu Kila Jadi Cadel Lucu? ini Diskliminasi!

Bagi kalian yang belum tahu, cadel alias celat melupakan kondisi seseorang yang tidak bisa mengucapkan huruf Ldengan benar. Di dunia medis, kondisi ini disebut sebagai lhotacism dan dikategolikan sebagai speech impediment alias kesulitan berbicara.

Penyebabnya beraneka ragam, bisa karena kelainan morfologi mulut dan lidah, kurang berkembangnya pusat lingual di otak, atau latar belakang bahasa ibu si penderita yang memang tidak mengenal huruf itu (L) sama sekali.

Beberapa dari kalian mungkin befikir bahwa orang-orang cadel sebenarnya cuman kurang latihan. Namun, ada orang yang sampai usia 20 tahun berlatih dan sudah sudah mencoba banyak cara seperti makan makanan pedas, kumur kumur air zamzam pun masih cadel.

Menjadi cadel juga sebenarnya bukan masalah besar. Asalkan yang bicara dan yang diajak bisa sama sama mengerti, beres kan?

Mempunyai Wajah Cantik, Enak atau Nggak?

Menurut teori yang dianut oleh manusia di muka bumi, terlahir dengan wajah yang rupawan dapat menyelesaikan 50% permasalahan hidup. Tapi ternyata tidak seenak itu loh, mempunyai wajah cantik juga bisa membuat seseorang menderita.

Dibawah ini adalah penderitaan yang dirasakan perempuan berwajah cantik

1. Jarang punya sahabat cewek

Punya wajah cantik memang membuatmu populer dan banyak yang ingin berteman denganmu. Tapi nyatanya, nggak semua cewek menyukaimu, lho. Sebab, mereka bakal menjadikanmu saingan. Bahkan mereka membenci mu tanpa alasan.

2. Sulit membedakan mana yang tulus sama modus

Semakin banyak yang suka, orang ingin berteman dan mendekati kamu jadi sulit untuk dibedakan mana yang tulus dan modus. Jangan-jangan mereka cuma melihat fisikmu saja.

3. Sering dikira sombong

Semakin banyak yang ingin berteman dengan kamu, banyak pula yang akan mengiramu sombong. Sebab, tak semua keinginan orang dapat kamu jangkau. Iya kan?

4. Dianggap sengaja tampil menggoda

Jadi cewek cantik itu nggak enak deh, apa-apa pasti dianggap salah sama pihak yang nggak suka sama kamu. Tampil apa-adanya pun masih saja sering dinilai sengaja tampil menggoda.

5. Harus selalu tampil sempurna

Cewek cantik identik dengan sempurna. Makanya, menjadi cantik itu butuh usaha lebih dalam mempertahankan kecantikannya. Sekalinya si cantik ini tampil ‘kurang’, siap-siap saja deh dicemooh banyak orang.

6. Sering digodain kalau jalan sendirian

Tantangan terberat menjadi cewek cantik adalah nggak bisa bebas jalan sendirian. Si cantik harus siap-siap jadi bahan godaan laki-laki mata keranjang.

Satu referensi tentang tidak enaknya menjadi cantik, buku karya Eka Kurniawan “Cantik itu Luka”

Layanan Psikologi Gratis di Tengah pandemi COVID-19

Seperti yang kita ketahui banyaknya pemberitaan-pemberitaan mengenai wabah COVID-19 di Indonesia. Berita yang disampaikan pun tidak tau kebenarannya dan membuat masyarakat makin panik. Oleh karena itu peran psikologi sangat penting untuk menekan kepanikan masyarakat.

Oleh karena itu, HIMPSI atau Himpunan Psikologi Indonesia menyediakan konsultasi gratis secara online bagi masyarakat seluruh Indonesia

Jawa Barat

DKI Jakarta

Aceh

Lampung

Kalimantan Barat

Jawa Tengah

Jawa Timur

Papua

Sulawesi Tengah

Maluku Utara

Nusa Tenggara Barat

Bali

Seperti Squidward, Menunda-Nunda Pekerjaan Ada Seninya?

Squidward adalah gambaran makhluk yang pemalas dan suka menunda nunda pekerjaan. Walaupun begitu, ternyata kebiasaan tersebut ada kajian ilmiahnya loh secara psikologis.

Mengerjakan sesuatu pada menit-menit akhir merupakan bagian dari kearifan lokal bangsa kita yang harus diakui justru dilestarikan dari generasi ke generasi. Selain motto rajin pangkal pandai, hemat pangkal kaya, ada satu lagi motto yang biasanya dipakai “kalau bisa besok, kepana harus sekarang?”

Seni menunda-nunda pekerjaan seperti itu dalam psikologis disebut prokrastinasi. Merupakan seni untuk tidak melakukan pekerjaan atau aktivitas yang seharusnya bisa dilakukan di depan mata saat itu juga. Hal ini merupakan pilihan sadar seseorang untuk mengerjakan hal lain yang lebih menyenangkan namun tidak dibutuhkan.

Prokrastinator seperi Squidward biasanya bangga dengan diri mereka sendiri. Ujub, takabur, narsis, merasa paling hebat sendiri. Karena meskipun selalu melakukan pekerjaan di menit-menit akhir tetap akan bisa menyelesaikan pekerjaannya. Kasus yang terjadi, sering kali sosok prokrastinator ini mendadak memiliki banyak ide dan tingkat disiplin yang tinggi dalam waktu begitu mepet. 

Hal itu yang membuat para prokrastinator sering kali jemawa dan merasa takjub dengan kemampuan dirinya.  Lalu kemudian muncul pemikiran; “Halah, kerjain mendadak begini saja bisa beres, apa salahnya menunda-nunda?”

kita harus ingat bahwa kita harus punya kontrol terhadap diri kita. Menjadi prokrastinator adalah pertarungan dengan diri kita sendiri. Kita tidak bisa menunggu untuk dibantu atau diselamatkan oleh orang lain. 

Perlu Diwaspadai, Inilah 3 Benda Sumber Penularan COVID-19

1. Barang-Barang yang Diperoleh Secara Online

Ketika kita membeli sesuatu lewat online, tentu saja kita tidak mengetahui siapa, bagaimana, dari mana barang itu di salurkan hingga sampai akhirnya sampai. Bagaimana jika barang yang kita pesan tersentuh oleh orang yang terinfeksi atau orang yang jorok? Tentunya bukan hanya kita yang mendapat akibatnya tapi orang lain yang memegang barang itu setelah yang terinfeksi pun merasakan akibatnya

2. Uang Tunai/Cash

Uang merupakan benda yang paling sering kita sentuh. Pertukaran uang dari tangan satu ke tangan lain pun sangat cepat. karena uang dipegang oleh banyak orang, berpindah dari satu orang ke orang lainnya. Sehingga uang tunai bisa menjadi penularan COVID-19. Oleh karena itu itu perlu perlakuan khusus saat menggunakan uang tunai.

3. Interaksi Antara Kakek dan Cucu

ketika kakek atau nenek berinteraksi dengan cucu penularan riskan terjadi. Karena kakek termasuk kelompok berisiko yakni usia lanjut. Karenanya, untuk mencegah penularan, kakek atau nenek perlu menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker selama berinteraksi.