Psikopat atau Narsistik?

Semua orang pasti sudah tau kasus yang sedang booming ini. Yap, Kasus remaja berusia 15 tahun yang membunuh balita 5 tahun di Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat. Banyak orang yang mengambil kesimpulan bahwa dia adalah seorang psikopat tanpa mengetahui apa arti dari kata psikopat itu sendiri. Banyak orang yang berpikir bahwa orang yang suka membunuh itu sudah pasti psikopat.

Padahal sebetulnya, beberapa psikopat ada yang dapat terlihat normal dan bahkan memiliki kehidupan yang sukses. Namun, mereka cenderung akan melakukan manipulasi atau melakukan berbagai perilaku yang tidak bertanggung jawab untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Dalam ilmu kedokteran psikopat adalah suatu gangguan kepribadian yang ditandai dengan sikap tidak sensitif, kasar, manipulatif, mencari sensasi dan antisosial. Psikopat merupakan salah satu kelainan psikis yang mengerikan. Psikopat termasuk bagian dari gangguan kepribadian yang dapat ditandai dengan perilaku antisosial, impulsif, tidak mengikuti atau mengabaikan norma di dalam masyarakat, serta tidak memiliki perasan takut ataupun bersalah.

Dalam kasus ini, si ‘pembunuh’ lebih menonjolkan sifat narsistiknya. Terlihat dengan adanya postingan postingan dia di facebook mengenai tindakan pembunuhannya. Mencirikan bahwa dia ingin ‘pamer’ atas apa yang berhasil dia lakukan.

Berbeda dengan psikopat yang justru cenderung mengaku ketika orang lain tau kesalahan dia. Si pelaku malah merasa bangga, dan menceritakannya se-detail mungkin karena dia merasa hebat.

Tapi tidak dapat dipungkiri jika kedepannya dia akan menjadi seorang psikopat karena dia terus hidup di bawah bayang bayang fantasinya dan dibiarkan kesepian.

Tinggalkan komentar