
Self-harm merupakan salah satu cara seseorang mengatasi masalahnya. Bukan untuk mati atau bunuh diri, biasanya orang-orang yang melakukan self-harm mempunyai inner pain yang sangat dalam dan tidak bisa menghandle rasa tersebut. Mereka lebih memilih untuk cutting them self, untuk melampiaskannya.
Mereka merasa ketika mereka melihat darah mereka merasa nyaman. Selain cutting, mereka biasanya membakar kulit mereka dengan roko, mengkonsumsi alkohol berlebihan, menjedotkan kepala atau driving so fast hanya untuk merasakan sakit fisik.
Jika kita berpikir orang yang melakukan self-harm jaub dengan agama itu tidam sepenuhnya benar. Namun pernyataan itu bukan berarti salah, hanya saja tidak helpful. Memang benar dengan berdoa kita bisa mendapatkan jawaban, healing start from God and end from God.
Namun di tengah-tengah selalu ada faktor lain. Ada orang yang sebelum melakukan self-harm pun berdoa pada Tuhan. Bukan berarti mereka tidak punya hubungan yang baik dengan Tuhan, tapi karena sakit mereka benar benar nyata, that is mental illnes.
Tidak hanya dengan menyuruhnya agar lebih dekat dengan Tuhan, support yang kita berikan kepada mereka juga harus real. Ada banyak pernyataan yang dapat kita katakan untuk membuat seseorang menjadi lebih baik tanpa menjudge spiritualnya.
Because, the most important is empathy.