Self Harm ≠ Agama?

Self-harm merupakan salah satu cara seseorang mengatasi masalahnya. Bukan untuk mati atau bunuh diri, biasanya orang-orang yang melakukan self-harm mempunyai inner pain yang sangat dalam dan tidak bisa menghandle rasa tersebut. Mereka lebih memilih untuk cutting them self, untuk melampiaskannya.

Mereka merasa ketika mereka melihat darah mereka merasa nyaman. Selain cutting, mereka biasanya membakar kulit mereka dengan roko, mengkonsumsi alkohol berlebihan, menjedotkan kepala atau driving so fast hanya untuk merasakan sakit fisik.

Jika kita berpikir orang yang melakukan self-harm jaub dengan agama itu tidam sepenuhnya benar. Namun pernyataan itu bukan berarti salah, hanya saja tidak helpful. Memang benar dengan berdoa kita bisa mendapatkan jawaban, healing start from God and end from God.

Namun di tengah-tengah selalu ada faktor lain. Ada orang yang sebelum melakukan self-harm pun berdoa pada Tuhan. Bukan berarti mereka tidak punya hubungan yang baik dengan Tuhan, tapi karena sakit mereka benar benar nyata, that is mental illnes.

Tidak hanya dengan menyuruhnya agar lebih dekat dengan Tuhan, support yang kita berikan kepada mereka juga harus real. Ada banyak pernyataan yang dapat kita katakan untuk membuat seseorang menjadi lebih baik tanpa menjudge spiritualnya.

Because, the most important is empathy.

Si Pembohong yang Mempercayai Kebohongannya

Setiap orang pasti pernah melakukan kebohongan dalam hidupnya. Ada banyak alasan seseorang berbohong, diantaranya ingin dipuji orang lain, disukai orang lain, membuat orang lain terkesan, atau tidak ingin mengecewakan orang lain. Orang Indonesia rata-rata berbohong 11 kali dalam sehari.

Kalian pasti pernah punya teman yang suka sekali berbohong, sampai-sampai setiap omongan yang keluar dari mulutnya kita anggap kebohongan. Mungkin kalian bertanya-tanya, kenapa sih seseorang suka sekali berbohong? Apakah ada yang salah dengan orang tersebut?

Rupanya ada istilah khusus untuk orang yang selalu berbohong, yaitu Mythomania atau Psedulogia Fantastica.

Apa itu Mythomania?

Mythomania atau bohong patologis merupakan suatu keadaan di mana seseorang sering melakukan kebohongan dalam jangka waktu yang lama (misalnya hampir seluruh hidupnya dipenuhi kebohongan) dan terus dilakukan, meskipun maksudnya berbohong bukan untuk mencari keuntungan atau kesenangan. Mereka tidak memiliki motivasi pada saat melakukan kebohongan dan tidak bisa dikendalikan.

Kebohongan sudah menjadi bagian besar dalam hidupnya. Bahkan, tak jarang orang dengan kondisi ini memercayai kebohongannya sendiri sehingga ia tak bisa membedakan lagi mana yang fiktif dan mana yang nyata dari kehidupannya.

Pengidap Mythomania tidak melakukan kebohongan untuk memperoleh keuntungan dan kesenangan. Bahkan mereka akan tetap berbohong walau kebohongan tersebut berdampak buruk bagi diri mereka sendiri.

Biasanya mereka akan mengatakan kebohongan mengenai sesuatu yang mereka khayalkan dan digabungkan dengan fakta yang ada. Sangat berbeda dengan kebohongan yang biasanya dilakukan oleh orang-orang.